<body>
<body>
Y Wednesday, July 05, 2006Y
3:00 AM

.:][:. Di kala hati ku merintih , menangis kerana terluka
Kau hadir dalam hidupku , memberi sinar cahaya
Kau menghulurkan tanganmu , tanpa keraguan
Untuk mengongsi persahabatan denganku

Sikapmu yang prihatin amat aku hargai
Tutur bahasamu , mendamaikan jiwaku
Aku amat senang berteman denganmu
Namun hati ku tetap menolak kehadiranmu


Aku sedari kau ikhlas terhadapku
Tidak pernah sekali kau memaksa diriku
Tetapi bayangan si dia masih menghantui
Lalu bagaimana harus aku menerima dirimu

Kau menyakinkan , penerimaan diriku
adalah seadanya
Tetapi naluriku kuat menyatakan
kau akan menyesal

Hari berganti hari
Siang berganti malam
Lelah mencari sebuah jawapan
Untuk diberikan kepadamu

Sepanjang aku mencari ketenangan diri
Tibalah saat penentuan kau dan aku

Jawapan telah diberi
Dan
Penantian sudah berakhir

Dengan ini
Sekali lagi aku berdoa , di dalam hati

“ Ya Allah , aku telah meminta petunjukmu
Agar aku diberi kekuatan dan juga ketenangan
Aku tahu jodoh dan matiku
Adalah di tanganmu

Seandainya dia adalah ketentuanmu
Berkatilah hidup kami kelak
Dengan segumpal harapan
Aku pasrah menerima segalanya
AMIN YA-RABBAL A’LAMIN “ .:][:.